DAMPAK ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI TERHADAP KEMISKINAN
DAMPAK ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI TERHADAP KEMISKINAN
BAB I
PENDAHULUAN
Latar BelakangIlmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini dapat dirasakan dampaknya melalui kebijakan-kebijakan pembangunan dalam lingkungan masyarakat yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sering kurang memperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi kemanusiaan. Hal demikian ini tidak luput dari falsafah mengenai pembangunannya itu sendiri, dalam menentukan pilihan antara orientasi produksi dengan motif ekonomi yang kuat dengan orientasi nilai yang menyangkut segi-segi kemanusian yang terkadang harus dibayar lebih mahal.
Pembangunan ekonomi yang kurang merata menyebabkan masih banyak masyarakat miskin yang belum menikmati ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di negeri ini.
Kemiskinan sendiri merupakan kelanjutan dari perjuangan bangsa, sebagai perjuangan yang akan memperoleh kemerdekaan bangsa dan motivasi fundamental untuk menggapai cita-cita menjadi masyarakat yang adil dan makmur.
Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui pengertian dari ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan. Membahas kasus studi tentang ilmu pengetahuan teknologi yang berkaitan dengan masalah kemiskinan di negeri ini. Dan memberikan informasi tentang ilmu pengetahuan teknologi yang berkaitan dengan masalah kemiskinan.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:
- Apa saja definisi dari ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan
- Memahami pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi untuk membantu masalah kemiskinan
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Ilmulmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis, dapat disimpulkan bahwa ilmu pada dasarnya adalah pengetahuan tentang sesuatu hal atau fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahun tentang sesuatu yang menjadi objek kajian dari ilmu terkait.
Sedangkan ilmu Pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional, sistimatik, logik dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan percobaan yang transparan dan objektif. Ilmu pengetahuan mempunyai spektrum analisis amat luas, mencakup persoalan yang sifatnya supermakro, makro dan mikro. Hal ini jelas terlihat, misalnya pada ilmu-ilmu: fisika, kimia, kedokteran, pertanian, rekayasa, bioteknologi, dan sebagainya.
Teknologi
Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis,ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Sebagian beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. Namun, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.
Kemiskinan
Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
- Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan.
- Posisi manusia dalam lingkungan sekitar.
- Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan Sistem nilai yang dimiliki. Dalam hal ini garis kemiskinan dapat tinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukuran kebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatannya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.
Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll.
- Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha.
- Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD.
- Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja serabutan/bebas.
- Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kita bisa membandingkan antara orang kaya dengan miskin. Orang-orang
kaya biasanya memiliki ilmu pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan orang miskin, karena orang kaya menjadikan pengetahuan sebagai
kebutuhan yang pertama sedangkan orang miskin tidak demikian, sehingga
orang kaya jauh bertindak lebih baik saat bersosialisasi baik dalam
lingkungannya ataupun dalam dunia kerja dan juga orang-orang yang
memiliki ilmu pengetahuan pastinya dalam hidupnya penuh perhitungan dan
tidak mengandalkan keberuntungan berbeda dengan orang miskin. Orang pada
tingkatan miskin ini bertindak kadang tanpa perhitungan dan juga sangat
mengandalkan keberuntungan dalam bertindak karena mereka tidak memiliki
pengetahuan yang memadai dengan tingkatan yang lebih tinggi dalam
sosialisasi sehingga mereka hanya dapat pasrah, yang diartikan bahwa
mereka berusaha namun hasilnya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.
Selain ilmu pengetahuan, teknologi pula mempengaruhi kemiskinan.
Pengaruh teknologi ini terjadi karena orang-orang yang memiliki
teknologi yang tinggi akan mengesampingkan orang yang tidak memiliki
teknologi yang tinggi. Contohnya dalam masyarakat, sebuah pabrik
sebelumnya menjadi pabrik padat karya namun seiring kemajuan teknologi
pabrik tersebut membeli teknologi sehingga orang-orang yang bekerja
sebelumnya akan digantikan oleh teknologi yang baru, dan untuk
orang-orang yang bekerja tersebut akan diberhentikan. Ketua Umum Kadin
Kementrian Perindustrian Bambang Suryo Sulisto mengatakan “Dari data
statistik diketahui bahwa pengaruh teknologi baru dan tuntutan efisiensi
kerja menyebabkan daya serap perekonomian terhadap tenaga kerja
mengalami penurunan sebesar 200.000 tenaga kerja pertahun per 1 persen
pertumbuhan ekonomi,” Tentunya hal ini akan berdampak dengan naiknya
pengangguran. Pengangguran merupakan awal dari kemiskinan. Sehingga
teknologi sangat mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Dari kedua Hal tersebut dapat kita lihat Pengaruh Ilmu Pengatahuan
dan Teknologi terhadap kemiskinan, sehingga Ilmu pengetahuan dan
Teknologi merupakan dua hal yang berbanding lurus dengan kemiskinan,
karena kedua hal ini lah yang akan menunjang kita baik dalam sosial
maupun ekonomi.
BAB III
PENUTUP
KesimpulanIlmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan adalah sesuatu yang bertentangan. Teknologi diciptakan oleh manusia demi kesejahteraan umat manusia dan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan arti menciptakan, mencari kesenangan manusia, melindungi dari malapetaka, kelaparan, melindungi dari bahaya kekejaman alam serta memenuhi kebutuhan pokok manusia.
Ilmu pengetahuan, teknologi serta kemiskinan memiliki kaitan struktur yang jelas, sebab bagi siapa saja yang dapat menguasai IPTEK maka ia akan berkembang mengikuti era globalisasi yang sudah modern ini. Dan bagi siapa saja yang tidak menguasai IPTEK maka ia akan tertinggal jauh oleh pesatnya perkembangan teknologi di zaman ini.
Bila di zaman yang modern ini masih ada masyarakat yang tertinggal dan tidak menguasai IPTEK maka mungkin saja masyarakat masih terpuruk dalam kemiskinan karena mereka masih menggunakan cara lama yang sudah tertinggal dan tidak efektif dan efisien lagi di zaman ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar