ILMU SOSIAL DASAR
DISUSUN OLEH
NUGROHO DWI CAHYONO
55416519
Bab I
Pendahuluan
Latar
Belakang
Teknologi
informasi merupakan salah satu hal yang tidak akan lepas dari kehidupan
manusia. Karena teknologi informasi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu dan
hingga kini masih terus berkembang. Tanpa adanya teknologi informasi, manusia
akan kesulitan untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi.
Teknologi
Informasi (TI) yang kini berkembang amat pesat, tak bisa dipungkiri
memberikan kontribusi yang signifikan terhadap seluruh proses
globalisasi ini. TI telah mengubah wajah ekonomi konvensional yang
lambat dan mengandalkan interaksi sumber daya informasi secara global.
Peran internet tidak bisa dipungkiri dalam hal penyediaan informasi
global ini sehingga dalam derajat tertentu, TI disama ratakan dengan
Internet. Internet sendiri memang fenomenal kemunculan nya sebagai salah
satu tiang pancang penanda kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Internet menghilangkan semua batas - batas fisik yang memisahkan
manusia dan menyatukan nya dalam dunia baru, yaitu dunia " maya " .
Setara dengan perkembangan perangkat keras komputer, khusus nya
mikro-prosesor, dan infrastruktur komunikasi, TI di internet berkembang
dengan kecepatan yang sukar dibayangkan.
Bab II
Pembahasan
1.
Pengertian
Teknologi Informasi
Teknologi
Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,
termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data
dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu
informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk
keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang
strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan
seperangkat komputer untuk mengolah data, system jaringan untuk
menghubungkan satu komputer dengan komputer lain nya sesuai dengan
kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat
disebar dan diakses secara global.
2. Peranan Teknologi Informasi dalam Pendidikan
Arti
teknologi informasi bagi dunia pendidikan seharus nya berarti
tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan
program pendidikan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang
pendidikan sudah merupakan kelaziman. Membantu menyediakan komputer dan
jaringan yang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan
administrator sekolah. semuanya dihubungkan ke Internet, dan para guru
dilatih menggunakan komputer pribadi. Misalnya juga peran TIK dalam
pendidikan, tidak mungkin lagi mengecek jumlah siswa yang hadir
mengikuti pelajaran dari tahun ke tahun hanya dengan catatan dibuku
tahunan saja, demikian juga hasil nilai siswa yang diperoleh selama
mengikuti pendidikan hanya mengandalkan buku nilai guru, leger sekolah
atau buku induk sekolah, begitu pula pekerjaan sederhana apapun
pekerjaan akan menjadi lebih efisien jika menggunakan komputer.
Pendidikan yang menggunakan sarana TIK terutama internet biasa disebut
e-education.
3.
Pengertian
Perubahan sosial
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai
suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur atau tatanan didalam
masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan
sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermatabat.
Pada dasarnya setiap manusia yang ada di muka bumi ini
dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan
perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui
bila kita melakukan suatu perbandingan dengan menelaah suatu masyarakat pada
masa tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaan masyarakat pada
waktu yang lampau. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, pada
dasarnya merupakan suatu proses yang terus menerus, ini berarti bahwa setiap
masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan-perubahan. Tetapi
perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain
tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya suatu masyarakat yang mengalami
perubahan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya.
Tentang perubahan sosial ini, beberapa sosiolog
memberikan beberapa definisi perubahan sosial, yaitu :
Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli :
- William
F. Ogburn mengemukakan bahwa “ruang lingkup perubahan-perubahan sosial
meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang meterial maupun yang immaterial,
yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material
terhadap unsur-unsur immaterial”
- Kingsley
Davis mengartikan “perubahan-perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan
yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat”
- MacIver
mengatakan “perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai
perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationship) atau
sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial”.
- JL.
Gillin dan JP. Gillin mengatakan “perubahan-perubahan sosial sebagai suatu
variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena
perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi
penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan
baru dalam masyarakat”.
- Samuel
Koenig mengatakan bahwa “perubahan sosial menunjukkan pada
modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia”.
Definisi lain adalah dari Selo Soemardjan. Rumusannya adalah “segala
perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu
masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya
nila-nilai, sikapdan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam
masyarakat”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian
perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat yang
mencangkup perubahan dalam aspek-aspek struktur dari suatu masyarakat, ataupun
karena terjadinya perubahan dari faktor lingkungan, karena perubahannya
komposisi penduduk, keadaan geografis, serta berubahnya sistem hubungan sosial,
maupun perubahan pada lembaga kemasyarakatnnya.
4.
PERUBAHAN SOSIAL YANG TERJADI DI
LINGKUNGAN MASYARAKAT
Sekarang ini banyak sekali perilaku yang menunjukkan
perubahan sosial yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Di lingkungan tempat
tinggal saya pun terjadi berbagai macam perubahan sosial, seperti :
- ·
Perubahan Jumlah Penduduk
Dahulu, sepasang suami istri memiliki anak yang lebih
dari dua, misalnya lima, atau enam bahkan lebih. Dengan adanya program Kelurga
Berencana (KB), saat ini sepasang suami istri hanya mempunyai 2 orang anak.
Selain dipengaruhi oleh kelahiran perubahan jumlah penduduk di lingkungan saya
juga disebabkan oleh adanya kematian dan juga perpindahan penduduk.
Banyak masyarakat yang berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan tetapi juga sebaliknya
banyak penduduk yang dari kota berpindah ke desa.
- ·
Perubahan Kualitas Penduduk
Masyarakat di taun-taun yang lampau hanya menempuh
pendidikan sampai Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah saja, namun sekarang
masyarakat telah banyak yang menempuh pendidikan hingga Perguruan Tinggi.
Dengan demikian pengetahuan yang dimiliki semakin bertambah, hal ini sebagai
akaibat positif dengan terjadinya perubahan.
Akan tetapi,
selain memberikan dampak positif bagi kualitas penduduk, perubahan sosial juga menimbulkan dampak
negatif yang berupa penurunan moral yang dimiliki oleh masyarakat. Penurunan
moral ini sering terjadi pada anak muda, hal ini dapat dilihat pada perilaku yang kurang sopan dalam masyarakat.
Misalnya ketika jalan/lewat di depan warga masyarakat tanpa memberi salam,
berbicara yang kurang sopan kepada orang lain. Selain itu, banyak juga
masyarakat yang tidak mentaati peraturan yang berlaku dalam lingkungan
masyarakat. Misalnya tentang peraturan lalu lintas.
- ·
Perubahan Sistem Pemerintahan
Perubahan sisitem pemerintahan yang terjadi dalam negara,
juga mempunyai pengaruh bagi pemerintahan suatu dusun. Misalnya dalam suatu
pengambilan keputusan dalam suatu musyawarah. Di lingkungan tempat tinggal saya
pengambilan keputusan dilakukan melalui demokrasi yaitu melalui musyawarah
mufakat.
- ·
Perubahan Mata Pencaharian
Dahulu, Mata pencaharian penduduk di lingkungan saya
sebagaian besar adalah sebagai petani, namun dengan berjalannya waktu dan
berkembangnya pengetahuan yang mereka miliki, saat ini banyak yang menjadi pegawai
negeri, karyawan suatu perusahaan, dan juga ada yang pergi merantau bekerja
ditampat lain.
Seiring dengan perkembangan jaman, gaya hidup masyarakat
pun berubah. Saat ini gaya hidup konsumtif sudah menjangkit sampai di lingkungan
pedesaan. Warga masyarakat memiliki keinginan untuk berbelanja yang tinggi.
Contoh perilaku konsumtif masyarakat dapat dilihat misalnya pada gaya
berpakaian. Setiap hari selalu ada model pakain baru yang ditawarkan baik di
toko maupun di pasar. Warga masyarakat yang merasa mampu tentunya tidak ingin
ketinggalan. Selain itu, dengan adanya perubahan sosial, masyarakat mempunyai
pandangan bahwa produk dari luar negeri lebih baik dari pada produk dari dalam
negeri.
- ·
Perubahan karena Adanya Teknologi
Dahulu, para petani di lingkungan tempat tinggal saya
masih menggunakan bantuan tenaga hewan dalam mengerjakan/membajak sawahnya dan
juga dibantu oleh tetangga dalam menanam padi atau tanaman lainnya. Namun saat
ini, dengan berkembangnya teknologi, para petani telah menggunakan traktor
dalam membajak sawah dan juga sudah menggunakan mesin perontok padi untuk
mengolah hasil panenannya.
Selain teknologi dalam bidang pertanian, teknologi yang
berkaitan dengan komunikasi pun berkembang pesat. Dahulu, apabila ingin
berkomunikasi jarak jauh memerlukan waktu yang lama. Akan tetapi, alat
komunikasi saat ini sudah canggih. Misalnya melalui telepon seluler yang saat
ini satu orang tidak hanya memiliki satu alat komunikasi tersebut. Bahkan,
sekarang anak usia remaja bahkan yang masih anak-anak sekalipun telah mengenal
apa itu facebook, email, twitter, dan lain sebagainya
Perubahan budaya yang terjadi dalam lingkungan masyarakat
dapat dilihat pada perilaku anak muda
saat ini. Banyak yang meniru trend-trend atau budaya masyarakat barat, misalnya
cara berpakaian. Sekarang ini, jarang sekali anak muda yang mau mengenakan
pakaian adat Jawa (Jogja), begitupun dalam acara pernikahan. Mereka bilang
terlalu ribet.
Selain itu, contoh-contoh hasil kebudayaan seperti,
angklung, gamelan, kesenian ketoprak, lagu-lagu tradisional tidak lagi diminati
oleh masyarakat. Bahkan ada warga yang tidak mengetahui kebudayaan daerah
tempat tinggalnya sendiri. Sekarang ini, keberadaan kesenian-kesenian tersebut
telah tergantikan oleh adanya lagu-lagu pop, rock, dan lain sebagainya.
Bab
III
Penutup
1.
Kesimpulan
Tuntutan pembelajaran di masa yang akan datang harus
bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multi disipliner serta terkait pada produktifitas
kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Teknologi informasi dan telekomunikasi
dengan murah dan mudah akan menghilangkan batasan- batasan ruang dan waktu yang
selama ini membatasi dunia pendidikan Dewasa ini banyak dampak-dampak yang
terjadi akibat semakin berkembangnya IT.
Memang perkembangan IT jika disikapi secara positif mampu memberikan dampak
yang positif dan apabila disikapi secara negatif dapat memberikan dampak
negatif pula.
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan
dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang bersifat
individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat bergerak ke arah
suatu kemajuan, dalam hal ini masyarakat akan berkembang. Sebaliknya, perubahan
sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran.
2.
Saran
·
Penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK
melalui pendidikan terbuka dan jarak jauh (e-Learning), membutuhkan dukungan
dari semua pihak khususnya, pemerintah, swasta serta masyarakat untuk
mengalokasikan anggaran dan investasi pendidikan yang memadai.
·
Sebaiknya masyarakat mendukung perubahan ke
arah kemajuan dan juga ikut berperan aktif untuk mewujudkan masyarakat yang
berkembang untuk lebih maju.
Daftar
Pustaka
http://isbd-alv.blogspot.co.id/2014/03/perubahan-sosial-akibat-kemajuan.html